Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA Tema: Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA
UNUSA adalah Perguruan Tinggi Swasta yang resmi berdiri pada 2 Juli 2013, hasil transformasi dari Sekolah Perawat Kesehatan (1979), Akademi Keperawatan(1985),dan Akademi Kebidanan(1997), yang kemudian menjadi STIKES YARSIS pada 2006 sebelum beralih menjadi Universitas. UNUSA mempunyai Visi dan Misi untuk menguatkan sumber daya manusia berdasarkan Rahmatan Lil Alamin dan mengikuti nilain ke-NU-an (Ahlussunah Wal Jama'ah). UNUSA mempunyai 23 Prodi di 5 Fakultas yang berbeda dan Banyak diantaranya yang sudah mendapatkan Akreditasi Unggul. Kurikulum dan Sistem Pembelajaran di UNUSA ada banyak diantaranya; Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dengan banyaknya kurikulum dan sistem pembelajaran UNUSA menyediakan beragam fasilitas contohnya; Laboratorium Virtual Reality dan Studio Microteaching.
dr. Hafidz Algristian, Sp.KJ - Dosen UNUSA, RSI Jemursari
Tema: Mahasiswa Berkarakter dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, Sehat Mental dan Perilaku Menyimpang.
1. Dinamika Perundungan
Dalam perundungan(bullying) terdapat empat posisi:
- Pelaku: Memiliki harda diri rendah, cenderung melakukan perilaku kekerasan, bisa jadi awalnya juga seorang korban
- Korban: Mengalami trauma, berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari, mengalami harga diri rendah
- Penonton(Bystander): cuek atau tidak peduli, merasa takut/terancam, memiliki harga diri rendah
- Penolong: bisa pasif(diam-diam) atau aktif(terbuka), memiliki harga diri tinggi, mampu memahami sistem sehingga bisa keluar dari siklus traumatis
2.
Macam-Macam Bullying
Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, dan biasanya berulang-ulang.
- Fisik: Menghalangi, menyandung, mendorong, menjambak, memukul, merusak barang.
- Verbal: Panggilan merendahkan, teriakan, mengejek fisik/sifat/sosial, kritik frontal di depan umum
- Sosial: Pengucilan, tidak diajak dalam kelompok, membuat isu, gosip, fitnah.
- Cyberbullying: Komentar negatif di dunia digital, akun anonim, merendahkan melalui media sosial.
- Seksual: Mengintip, menyebar foto tanpa izin, memaksa melihat pornografi, hingga mengarah pada kekerasan seksual.
Kesimpulannya Bullying tidak hanya dilakukan secara fisik, tapi bisa juga verbal, sosial, digital, maupun seksual. Semua pihak dalam perundungan(pelaku, korban, penonton) bisa terjebak dalam siklus traumatis. Diperlukan peran penolong yang aktif untuk memutus rantai perundungan dan menciptakan lingkungan yang sehat serta aman.
Erisandy Yudhistira - Priority Banking Manager Bank Mandiri
Tema: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
1. Pentingnya Literasi Keuangan
Literasi keuangan adalah kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar dapat memenuhi kebutuhan sekarang, menghadapi risiko masa depan, serta mencapai tujuan hidup. Dengan literasi keuangan yang baik, manusia dapat meningkatkan kesejahteraan dan terhindar dari masalah finansial seperti utang, inflasi, dan ketidakpastian di masa pensiun.
2. Instrumen Keuangan: Obligasi
Pengertian: Obligasi adalah surat berharga sebagai bukti utang yang memberikan bunga (kupon) secara berkala.
Keuntungan: Mendapatkan kupon periodik, peluang capital gain di pasar sekunder, yield lebih tinggi dibanding tabungan/deposito, pemegang obligasi punya hak klaim lebih dahulu jika penerbit bangkrut.
3. Reksa Dana dan Profil Risiko
Pemilihan produk reksa dana bergantung pada profil risiko investor:
Konservatif: Reksa Dana Pasar Uang → risiko rendah, imbal hasil stabil.
Moderate: Reksa Dana Pendapatan Tetap → berinvestasi pada obligasi.
Seimbang: Reksa Dana Campuran → kombinasi saham dan obligasi.
Agresif: Reksa Dana Saham/Indeks → potensi return tinggi, risiko besar.
4. Prinsip Smart Investing
Untuk memulai investasi diperlukan langkah bijak:
Tujuan investasi (pendidikan, rumah, pensiun).
Jangka waktu (jangka pendek, menengah, panjang).
Profil risiko (toleransi terhadap risiko kerugian).
Alokasi investasi (diversifikasi, jangan taruh semua di satu instrumen).
Tinjauan periodik agar sesuai dengan perkembangan tujuan.
5. Inflasi sebagai Musuh Utama
Inflasi adalah kenaikan harga barang/jasa secara terus menerus yang mengurangi daya beli uang.
Contoh: harga barang dari Rp300 (1980) naik menjadi Rp12.500 (2020), dan akan terus naik di masa depan.
Solusi: investasi menjadi cara untuk melindungi aset agar nilai uang tidak tergerus inflasi.
6. Siklus Finansial dan Kehidupan
Masa ketergantungan finansial: masih sekolah/kuliah.
Masa produktif aktif: bekerja, menghasilkan pendapatan, perlu menabung & berinvestasi.
Masa pensiun: tidak ada kepastian penghasilan, butuh dana pensiun.
Fakta penting: rata-rata orang Indonesia hidup sampai 75 tahun, dengan pensiun di usia 55 tahun, artinya ada ±20 tahun (240 bulan) tanpa kepastian penghasilan.
Lihat juga blog teman saya: Labib mubarok
Komentar
Posting Komentar